AstaKosala Kosali juga mengatur tata cara dan tata bangunan untuk rumah tinggal atau tempat beribadah yang didasarkan pada Sembilan Penguasa (Nawa Sanga) di setiap penjuru mata angin dengan Dewa Siwa sebagai titik pusatnya. Bila kita menengok ke dalamnya, pada umumnya arsitektur rumah tradisional Bali ini selalu dipenuhi hiasan seperti patung. MenentukanPosisi atau Letak Pintu Pekarangan - Tentang asta kosala kosali, asta bumi, membangun rumah, tata letak, posisi, dekorasi, teknik arsitektur, sipil, rejeki, pengaruh baik buruk, muzijat, mujijat, rezeki Catatan: Pengukuran panjang dilakukan dari dalam pekarangan, yaitu dari kiri ke kanan sejajar jalan. AstaKosala Kosali merupakan Fengshui-nya Bali, merupakan tata cara, tata letak, dan tata bangunan untuk bangunan tempat tinggal serta bangunan tempat suci yang ada di Bali yang sesuai dengan landasan Filosofis, Etis, dan Ritual dengan memperhatikan konsepsi perwujudan, pemilihan lahan, hari baik (dewasa) membangun rumah, serta pelaksanaan yadnya. AstaKosala Kosali merupakan sebuah cara penataan lahan untuk tempat tinggal dan bangunan suci. penataan Bangunan yang dimana di dasarkan oleh anatomi tubuh yang punya. Pengukurannya pun lebih menggunakan ukuran dari Tubuh yang mpunya rumah. mereka tidak menggunakan meter tetapi menggunakan seperti. * Musti (ukuran atau dimensi untuk ukuran AstaKosala Kosali memiliki makna filosofis yang tinggi bagi masyarakat Bali, yang merupakan konsep tata ruang tradisional Bali yang berdasarkan pada: atau di sebelah kiri pintu masuk areal rumah, karena menurut konsep lontar Asta Bumi,tempat ini sebagai letak Dewa Api. Marikita fokus dan kembali ke topik. Dari sekian banyaknya daya tarik yang dimiliki oleh Bali ini, Rumah Adat Bali memiliki . Jakarta - Bali memang unik dan menarik. Bali bukan hanya kaya budaya dan seni, tapi juga di bidang perumahan dan arsitektur terutama rumah adat. Selain berfungsi selain sebagai tempat tinggal, warga Bali membangun rumah adat mereka dengan aturan yang disebut Asta Kosala Kosali, yakni aturan tata letak ruangan dan bangunan layaknya fengshui dalam budaya Cina. Seperti halnya fengshui, Asta Kosala Kosali juga mengatur tata cara, tata letak, dan tata bangunan untuk rumah tinggal atau tempat beribadah yang didasarkan pada Sembilan Penguasa Nawa Sanga di setiap penjuru mata angin dengan Dewa Siwa sebagai titik pusatnya. Bila kita menengok ke dalamnya, pada umumnya arsitektur rumah tradisional Bali ini selalu dipenuhi hiasan seperti patung. Warga Bali memproduksi sendiri berbagai perlengkapan yang juga digunakan untuk ritual keagamaan mereka. Pacar Leonardo DiCaprio Kenakan Gaun Pengantin di Karpet Merah Oscar 2020 Nikmati Keindahan Pulo Cinta Gorontalo, Warna Baju Marshanda Jadi Sorotan Cita Rasa Mi Ayam Tumini, Sajian Legendaris di Yogyakarta Selain itu, konsep tata ruang Asta Kosala Kosali ini dilandasi oleh delapan hal, yakni keseimbangan kosmos antara manusia, alam dan sang pencipta, hierarki tata nilai, arah mata angin, ruang terbuka, proporsi dan skala ruang, kronologis dan prosesi pembangunan, kejujuran struktur dan kejujuran dalam menggunakan material. "Asta Kosala Kosali ini kita diajarkan berkaitan dengan bagaimana membangun itu dapat mencapai keharmonisan dan keseimbangan yang meliputi alam bawah, alam tengah, dan alam atas. Singkatnya, ini adalah pedoman membangun mencapai keharmonisan dan keseimbangan antara alam, manusia, dan Tuhan," ucap I Nyoman Nuri Arthana, sebagai Dosen Arsitektur Universitas Warmadewa, dalam seminar virtual Arsitektur Bali - Tradisi dan Kekinian, Kamis, 18 Februari 2021. Uniknya, dimensi pengukuran rumah tidak menggunakan meteran, melainkan aturan-aturan anatomi tubuh seperti tangan, jari, lengan, dan kaki dari pemilik rumah. Lalu dibantu sang undagi sebagai pedande atau orang suci yang mempunyai wewenang membantu pembangunan rumah atau pura, sehingga dipercaya akan menciptakan ruang yang proporsional dan ikatan antara pemilik dan bangunan rumah. Nuri menambahkan, bahwa meletakkan bangunan itu adalah untuk mencapai kenyamanan dan keamanan. Arsitektur Bali punya karakteristik yang khas menggunakan budaya kuno dan kesenian pada setiap elemen desain arsitekturnya. Selain itu, desain ini sangat dipengaruhi kentalnya tradisi Hindu Bali, dan sentuhan unsur Jawa kuno. "Tanah menurut tradisi Asta Kosala Kosali yang cocok dipilih untuk lokasi membangun perumahan diusahakan tanah yang miring ke timur atau miring ke utara," kata Nuri. Saksikan Video Pilihan di Bawah IniPuja Mandala pusat peribadatan ini dibangun 1994 di Nusa Dua,Bali. di tempat ini lima tempat ibadah berdiri kokoh karena umatnya menjunjung tinggi toleransi beragama. - Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sangat beragam seni dan kebudayaannya. Salah satu buktinya tercermin dalam Rumah Adat Bali, yang memiliki jenis bermacam-macam lengkap dengan keunikan masing-masing. Rumah Adat Bali bukan hanya sekadar hunian tempat tinggal, tapi juga sarana pelaksanaan ibadah serta upacara adat. Selain itu, Rumah Adat Bali juga memiliki desain arsitektur khusus. Bangunannya memiliki struktur, fungsi dan ornamen yang digunakan turun-temurun. Dalam membangun rumah, masyarakat Bali juga mengenal pakem dalam konsep tata bangunan yang sejalan dengan keagamaan yang dikenal dengan Asta Kosala Kosali. Baca juga Rumah Adat Aceh Nama, Ciri Khas, Filosofi, dan Fungsi Tiap Bagiannya Bagian-bagian dan Fungsi dalam Rumah Adat Bali Rumah Adat Bali memiliki beberapa bagian. Masing-masing bagian rumah adat juga memiliki keunikan. Berikut beberapa bagian Rumah Adat Bali beserta fungsinya 1. Angkul-angkul Angkul-angkul merupakan bagian yang selalu ada di hampir semua Rumah Adat Bali. Fungsi Angkul-angkul sendiri sebagai pintu masuk utama untuk masuk ke dalam rumah. Angkul-angkul hampir mirip dengan gapura. Ia berupa dua bangunan sejajar yang dihubungkan dengan atap. 2. Aling-aling Aling-aling bisa diartikan sebagai pembatasan. Hal ini sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai pembatas antara angkul-angkul dengan alaman suci. Aling-aling dipercaya memiliki aura positfi, sehingga terdapat dinding pembatas yang disebut dengan istilah penyengker. Baca juga Ruma Gorga, Rumah Adat Batak yang Sarat Makna 3. Pura Keluarga Di setiap Rumah Adat Bali selalu dilengkapi dengan pura keluarga yang menjadi bangunan ketiga setelah angkul-angkul dan aling-aling. Pura keluarga fungsinya sebagai tempat berdoa dan beribadah seluruh anggota keluarga. Pura keluarga biasanya berada di sudut sebelah timur laut dari rumah hunian. Setelah ketiga bagian di atas, bagian berikutnya adalah ruangan utama rumah atau hunian utama. Dalam bangunan utama ini, biasanya terdapat beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing. Berikut beberapa ruangan dalam Rumah Adat Bali beserta fungsinya - Bale Manten Ruangan ini dikhususkan untuk kepala keluarga atau anak gadis. Letaknya berada di sebelah utara. Bentuk bale manten berupa persegi panjang dengan bale-bale di bagian kiiri dan kanannya. Bale Manten diperuntukkan bagi anak gadis dalam keluarga sebagai bentuk perhatian. Baca juga 10 Rumah Adat Bali, Keunikan, Ciri Khas, dan Fungsi - Bale Dauh Berikutnya adalah bale dauh, yaitu ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu. Selain itu, bale dauh juga difungsikan sebagai tempat tidur anak laki-laki dalam keluarga. Sama seperti Bale Manten, Bale Dauh juga berupa bangunan persegi panjnag. Bedanya, Bale Dauh berada di bagain dalam rumah. Posisi Bale Dauh biasanya di sebelah barat, dengan lantai yang harus lebih rendah dari Bale Manten. - Bale Sepakat Bale Sepakat berupa bangunan yang mirip dengan gazebo yang dilengkapi dengan empat tiang. Bale Sepakat biasanya digunakan sebagai ruang bersantai seluruh anggota keluarga. Dinamakan Bale Sepakat karena diharapkan seluruh anggota keluarga bisa lebih akrab dan hangat saat berkumpul di sana. - Bale Gede Bale Gede berupa bangunan persegi panjang dengan 12 buah tiang di dalamnya. Fungsi Bale Gede adalah untuk tempat digelarnya upacara adat, sehingga ruangan ini termasuk ruangan sakral. Oleh karena itu, bagian lantai Bale Gede harus lebih tinggi dari ruangan lain, termasuk Bale Manten. Selain lebih tinggi, Bale Gede juga didesain lebih luas dan besar dibanding bangunan atau ruangan lainnnya. - Pawaregen Bangunan ini berfungsi sebagai dapur dalam Rumah Adat Bali. Ukuran Pawaregen biasanya sedang, dan letaknya di sebelah barat laut atau selatan rumah tama. Di Pawaregen juga terdapat dua ruangan, yang fungsinya pertama untuk memasak dan kedua untuk menyimpan peralatan dapur. - Lumbung Berikutnya adalah Lumbung, yaitu bangunan kecil yang fungsinya sebagai lumbung atau tempat penyimpanan bahan makanan pokok. Baca juga Mengenal Rumah Adat Bali Makna Asta Kosala Kosali Angkul-angkul atau pintu masuk halaman utama pada Rumah Adat disinggung dalam pemaparan sebelumnya, masyarakat Bali memiliki pengetahuan aturan arsitektur yang disebut Asta Kosala Kosali. Secara umum, Asta Kosala Kosali merupakan ajaran yang ada pada lontar Bhagawan Siswakarma. Sejatinya ajaran Asta Kosala Kosali ini merupakan penuntun generasi muda, untuk membangun Tri Hita Karana, yaitu palemahan, pawongan, dan periangan. Dalam Rumah Adat Bali, Asta Kosala Kosali dimaknai sebagai konsep keagamaan yang dikemas dalam tata bangunan atau arsitektur. Asta Kosala Kosali diterapkan dengan menggunakan anatomi tubuh manusia, yaitu sang pemilik rumah atau tanah untuk penataan lahan tempat tinggalnya. Maksudnya pemilik rumah akan mengukur bagian-bagian rumah dengan menggunakan tubuhnya, tidak menggunakan satuan baku. Misalnya acengkang atau alengkat yang diukur dari ujung telunjuk hingga ibu jari tangan yang direntangkan, dan lain sebagainya. Baca juga Rumah Adat Jambi Kajang Lako, Fungsi, dan Keunikannya Pengukuran anatomi tubuh ini ada beberapa jenis, antara lain Amusti, yaitu ukuran atau dimensi untuk ukuran tangan mengepal dengan ibu jari menghadap ke atas. Sahasta, ukuran sejengkal jarak tangan manusia dewasa dari pergelangan tengah sampai ujung jari tengah yang terbuka. Atengen Depa Agung, ukuran yang dipakai antara dua bentang tangan yang direntangkan ke kiri dan ke kanan. Agemel, ukuran keliling tangan yang dikepalkan. Aguli, ukuran ruas tengah jari telunjuk. Akacing, ukuran pangkal sampai ujung jari kelingking tangan kanan. Alek, ukuran pangkal sampai ujung jari tengah tangan kanan. Atapak batis, ukuran sepanjang telapak kaki. Atapak batis ngandang, ukuran selebar telapak kaki. Atengan depa alit, ukuran pangkal lengang, sampai ujung tangan yang dikepalkan. Auseran, ukuran pangkal ujung jari telunjuk yang ditempatkan pada suatu permukaan. Duang jeriji, ukuran lingkar dua jari, yaitu jari telunjuk dan jari tengah dirapatkan. Petang jeriji, ukuran lebar empat jari, yaitu telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking dirapatkan. Atampak lima, ukuran selebar telapak tangan yang dibuka dengan jari dirapatkan. Dalam Asta Kosala Kosali juga berpatokan pada Nawa Sanga atau 9 mata angin. Konsep ini yang dijadikan acuan untuk menempatkan setiap ruang dalam Rumah Adat Bali. Sumber Hometradisional9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali 4/01/2019 0 Comments Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan, ada banyak faktor yang menentukan letak sebuah pintu masuk rumah tradisional bali. Ketika pekarangan rumah menghadap jalan dengan orientasi ke utara aturannya akan berbeda dengan rumah yang menghadap ke selatan. 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali - img by Bali selain punya kekayaan alam budaya ternyata juga menyimpan arsitektur yang melegenda. Di Bali rumah-rumah dan bangunan lainnya selalu dibangun atas dasar aturan yang mengacu pada asta kosala kosali dan asta bumi. Aturan ini seperti aturan feng shui di Cina, namun spesifik untuk bangunan tradisional Bali Nyoman Suweta, dalam menyampaikan bahwa dalam membuat pintu keluar-masuk pekarangan rumah, terlebih dahulu karang tersebut dibagi sembilan, kemudian ditarik ketekan hitungan dari kiri ke kanan. Hal ini juga sama seperti yang ada dalam situs tentang posisi terbaik untuk menentukan pintu rumah sesuai orientasi mata angin seperti berikut ini Pintu Rumah menghadap ke Utara ketekan perhitungan untuk pemedal pintu rumah bali yang menghadap ke utara Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Utara, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan kemudian dihitung dari Barat ke Timur dengan rincian sebagai berikut Polih arta saking tan becik = mendapat harta dari cara tidak baik tidak baik Sugih = kaya sangat baik Madue Santana = memiliki anak baik Edalemin anak= kasihan pada orang lain baik Sering meweh = sering susah tidak baik Sugih = kaya sangat baik Sugih saking rabi = kaya karena istri baik Meweh saking anak lian= susah karena orang lain tidak baik Sering meweh = sering susah/sakit Pintu Rumah menghadap ke Timur ketekan perhitungan untuk pemedal pintu rumah bali yang menghadap ke timur Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Timur, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan kemudian dihitung dari Utara ke Selatan dengan rincian sebagai berikut Maduwe Sentana = memiliki anak baik Sering meweh = sering susah tidak baik Kawon = tidak baik tidak baik Wikan = pintar baik Kapaten = meninggal tidak baik Rahayu = selamat sangat baik Sugih = kaya sangat baik Kaceda = celaka tidak baik Suka = senang sangat baik Pintu Rumah menghadap ke Selatan ketekan perhitungan untuk pemedal pintu rumah bali yang menghadap ke selatan Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Selatan, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan kemudian dihitung dari Timur ke Barat dengan rincian sebagai berikut Manggihdosa = mendapatkan dosa tidak baik Polihistri = mendapatkan istri baik Polihbhoga = mendapatkan makanan sangat baik Kasiddhan = mampu, berhasil sangat baik Sadarana = hidup sederhana sedang Sering meweh = sering susah tidak baik Bingbang = ragu tidak baik Rahayu = selamat sangat baik Kapandungan = kecurian tidak baik Pintu Rumah menghadap ke Barat ketekan perhitungan untuk pemedal pintu rumah bali yang menghadap ke barat Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Barat, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan kemudian dihitung dari Selatan ke Utara dengan rincian sebagai berikut Sering sungkan = sering sakit tidak baik Kerahuang anak lingsir = kedatangan orang tua suci baik Masantana = memiliki anak baik Kasorang rabi = direndahkan istri/suami tidak baik Kapandungan = kecurian tidak baik Suka = senang sangat baik Rahayu = selamat sangat baik Manggih dosa saking oka = mendapatkan dosa dari anak tidak baik Tiwas = miskin tidak baik Catatan Dari beberapa buku dan sumber yang saya baca, ada beberapa perbedaan tafsiran diantara sumber-sumber lainnya, sementara saya menggunakan sumber dari bimashindusultra. Jadi untuk memastikan keakuratan perhitungan ini, hendaknya berkonsultasi langsung kepada para Undagi arsitek tradisional di Bali. Referensi WarigaDewasa, Sri ReshiAnandakusuma, Morodadi Denpasar Bali Asta Kosala Kosali dan asta Bumi, I Wayan Bidja Kamus Bahasa Bali, Sri Reshi Anandakusuma, Cv. Kayumas 1. Sedang, banyak mempunyai Buruk, sering menemui Buruk, sering mendapat Baik, akan mendapat ilmu Buruk, sering mengalami Baik sekali, amat Baik, bisa menjadi Buruk, tidak disenangi oleh Buruk, sering sakit. Sudah sangat akrab mendengar tentang feng shui, ilmu kepercayaan orang Cina terkait tata letak untuk mendapatkan rumah yang baik. Sekarang saatnya mengenal 'feng shui' yang ada di negeri sendiri, Asta Kosala Kosala Kosali merupakan suatu ajaran dari Bhagawan Siswakarma, ajaran tentang Tri Hita Karana palemahan, pawongan, serta periangan ilmu sebagai ukuran atau patokan dasar dalam membangun rumah ada Kosala Kosali bila diartikan dalam bahasa Indonesia mempunyai arti buku tentang ukuran dalam membuat rumah. Secara terperinci Siswakarma terlah menjelaskan tentang konsep serta alat-alat yang digunakan untuk membangun suatu bangunan, terutama membangun tempat menarikkan feng shui dari Bali ini, yuk kita simak fakta-faktanya berikut Dewata Nawa Sanga sebagai dasar Asta Kosala Kosali Ilustrasi Dewata Nawa Sanga Sanga atau Dewata Nawa Sanga merupakan kepercayaan umat Hindu Bali tentang konsep Dewa. Dewata Nawa Sanga digambarkan dengan bunga teratai yang bunganya mekar menjadi delapan kelopak bunga dan dua garis silang dan tengah seperti layaknya arah mata angin, dan Dewa Siwa sebagai Dewa yang ada dalam Dewata Nawa Sanga ini merupakan para dewa yang menguasai penjuru mata angin. Dewa-dewa tersebut merepresentasikan hal-hal dan mempunyai ciri khas sehingga beda dari dewa yang lainnya, Dilandasi delapan hal Rumah tradisional Bali pembangunan rumah Bali, Asta Kosala Kosali dilandasi oleh delapan yang memikirkan tentang keseimbangan cosmos. Seperti hubungan antara manusia, alam dengan Sang Pencipta yang saling berkesinambungan. Hubungan manusia, alam dan Sang Pencipta yang saling berkesinambungan Hierarki tata nilai Arah mata angin seperti dalam Dewata Nawa Sanga Ruang terbuka Proporsi dan skala ruang Kronologis dan proses pembangunan Kejujuran tentang struktur bangunan Kejujuran dalam penggunaan material Baca Juga 10 Tips Feng Shui Menata Taman Agar Hoki, Alirkan Energi Positif 3. Pengukuran menggunakan anatomi tubuh Ilustrasi satuan ukuran adat Bali Bali saat membangun rumah khas Bali tidaklah menggunakan alat ukur seperti meteran, melainkan menggunakan tubuh dari pemilik rumah. Namun tidak serta-merta pemilik rumah tidur telentang begitu, melainkan mengukurnya menggunakan tangan, jari dan menggunakan anatomi tubuh ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Musti, mengukur dengan tangan mengepal dan posisi ibu jari menghadap atas. Hasta, sejengkal jarak tangan dari pergelangan tangan hingga jari tengah, atau bisa juga mdari ujung ibu jari sampai ujung kelingking dengan posisi tangan terbuka lebar. Selanjutnya yaitu Depa, mengukur menggunakan kedua rentangan tangan kanan dan kiri. Unik sekali cara mengukur seperti ini, Kondisi tanah Rumah tradisional bali tanah yang nantinya akan digunakan sebagai bangunan rumah tidak bisa dipilih dengan asal-asalan. Dalam Asta Kosala Kosali telah diatur tanah yang bagus dan tidak untuk Asta Kosala Kosali, tanah yang paling bagus untuk dijadikan rumah adalah tanah yang miring ke timur atau ke utara, dengan keadaan tanah yang berwarna merah dan tidak berbau. Serta, bagian timur tanah harus lebih tinggi dari bagian lainnya karena melambangkan bagian kepala yang disucikan. Dalam ilmu feng shui juga menyebutkan hal ini bisa membawa energi positif, Jenis kayu untuk pembangunan Ilustrasi kayu cendana johnnycaptureArsitektur Bali banyak menggunakan kayu sebagai pondasi dan juga perabotnya. Penggunaan kayu juga telah diatur dalam Asta Kosala Kosali, sehingga tidak bisa menggunakan sembarang kayu, kayu yang disebutkan dalam Asta Kosala Kosali ialah kayu cendana yang digunakan sebagai bahan dari pembuatan atap, kayu suren sebagai dinding, kayu jati sebagai tempat tidur atau Tata letak bangunan Ilustrasi tata letak bangunan bangunan pada Asta Kosala Kosali didasarkan pada Nawa Sanga, atau Dewa-dewa penjuru mata suci keluarga atau dalam Bahasa Bali disebut merajan atau sanggah sebaiknya berada di bagian timur. Bagian timur ini dianggap kalau sinar matahari tidak terlalu menyengat, dan air pun tidak sampai ke bagian hulu. Selanjutnya untuk dapur disarankan berada di barat daya atau sebelah kiri pintu masuk, karena di barat adalah letak dari Dewa sumur atau lumbung tempat menyimpan makanan dibangun di bagian utara dapur atau sebelah kanan pintu masuk, karena disana berada Dewa Air. Selanjutnya, untuk tempat tidur atau balai bandung berada di utara, untuk balai adat ditempatkan di timur dapur dan selatan balai bandung. Untuk bangunan-bangunan penunjan lainnya disarankan untuk ditempatkan di sebelah selatan balai Bentuk pintu Angkul-angkul Bali kali melihat bentuk pintu rumah adat Bali selalu tampak megah, ukiran-ukiran batu yang dipahat dengan sempurna dan rapi. Pintu rumah itu disebut dengan angkul-angkul, biasanya dikanan dan kirinya selalu ada patung Dwarapala yang memegang gada Asta Kosala Kosali dijelaskan apabila dalam satu rumah memiliki dua pintu, satu pintu utama dan yang satunya lagi adalah pintu masuk kendaraan, maka pintu utama harus lebih tinggi dibandingkan dengan pintu masuk pintu utama sejajar dengan pintu garasi, diyakini menjadikan rumah kurang menguntungkan, serta keuangan penghuninya akan cepat dan sering sakit-sakitan. Pintu masuk juga diusahakan berada dibagian timur dari rumah, mengingat bahwa arah timur dianggap membangun sebuah rumah memiliki tujuan yaitu untuk mencapai keharmonisan dan keseimbangan alam. Diluar dari kerumitan Asta Kosala Kosali, tidak bisa dipungkiri bahwa rumah Bali sangatlah menarik. Bagaimana, apakah berniat untuk membangun rumah dengan dasar Asta Kosala Kosali? Baca Juga Ini Efek Negatif Sembarangan Menaruh Cermin Menurut Fengshui IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

asta kosala kosali pintu rumah